Sunday, May 14, 2017

Kanker Leher Rahim

natinedJs ⓚ 2017 Kanker leher rahim atau kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim (serviks). Kanker serviks biasanya menyerang wanita berusia 35 - 55 tahun. 


Penyebab

Kanker leher rahim terjadi jika sel-sel serviks tumbuh menjadi tidak normal dan tidak terkendali. Jika sel serviks terus tumbuh akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor yang bisa bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut ganas, maka kondisi ini disebut Kanker Leher Rahim atau kanker serviks,

Penyebab terjadinya kelainan pada sel-sel serviks belum diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks.
  • Human Papilloma Virus (HPV)

    HPV adalah virus penyebab kutil kelamin (kondlloma akuminata) yang ditularkan melalui hubungan seksual.
  • Merokok

    Tembakau merusak sistem kekebalan dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
  • Melakukan hubungan seksual pertama pada usia dini
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Suami pasangan seksualnya melakukan hubungan seksual pertama pada usia di bawah 18 tahun berganti-ganti pasangan atau pernah menikah dengan wanita penderita kanker serviks.
  • Pemakaian dietilstilbestrol (DES) pada wanita hamil untuk mencegah keguguran.
  • Gangguan kekebalan
  • Pemakaian obat pil kontrasepsi (KB)
  • Infeksi herves genitalis atau infeksi klamidia yang menahun.
  • Tidak melakukan deteksi dini kanker serviks (IVA atau Pap Smear) secara rutin.
Gejala

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang tidak normal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini akan timbul gejala seperti berikut :

Pendarahan pada vagina. yang tidak normal terutama diantara dua menstruasi, pendarahan setelah melakukan hubungan seksual dan pendarahan pada menopause.

Menstruasi yang tidak normal. waktu lebih lama dan darah lebih banyak

Keputihan yang menetap. dengan cairan yang encer dengan warna pink atau coklat, mengandung darah atau hitam serta berbau busuk.

Gejala dari kanker serviks stadium lanjut :
  1. Nafsu makan berkurang, penurunan berat badan dan sering kelelahan.
  2. Nyeri panggul, punggung atau tungkal keluar air kemih atau tinja dari vagina. Adanya patah tulang atau fraktur.
Diagnosa

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan berikut :
  • Pap smear
    Pap smear dapat mendeteksi sampai 90 % kasus kanker serviks secara akurat dan dengan biaya yang tidak terlalu mahal. Setiap wanita yang telah aktif secara seksual atau usianya telah mencapai 18 tahun sebaiknya menjalani Pap Smear secara teratur yaitu setiap tahun. Jika selama tiga kali berturut-turut menunjukkan hasi normal Pap smear dapat dilakukan 1 kali dalam masa 2 sampai 3 tahun.
  • Biopsi (Pengambilan Jaringan)
    Biopsi dilakukan jika pada pemeriksaan panggul tampak suatu pertumbuhan atau luka pada serbiks atau jika pap smear menunjukkan suatu yang tidak normal atau kanker.
  • Kolposkopi
    Yaitu pemeriksaan serviks dengan bantuan lensa pembesar.
  • Tes Schiller
    Serviks diolesi dengan larutan yodium, sel sehat warnanya akan berubah menjadi coklat, sedangkan sel yang tidak normal warnanya menjadi putih atau kuning. 


0 komentar:

Post a Comment